Saturday, December 10, 2016

Yukks Kenalan Sama R Statistic Software

Setelah dapat data penelitian dan selanjutnya..yahhh…diananisis, lazimnya dianalisis menggunakan statistic software, minimalisnya pakai excel, bukan kah begitu saudara..

Pada ulasan kali ini saya akan berbagi cerita mengenai takdir saya belajar si statistic tool ini. Lain halnya dengan data olahan semasa S1 hingga master di IPB saya menggunakan SAS untuk ANOVA analisis, kali ini master dan doctoral saya di Hokkaido dipaksa belajar analisis dengan R. Hmmm apa itu R…jujur selama ini saya hanya mengenal 3 statistic software yang lazim digunakan yaitu Minitab, SPSS, dan SAS, lalu ketika mengetahui analisis saya akan dilakukan menggunakan R…mulailah mencari tahu sendiri, yahh sendiri karena belajar di sini itu semuanya sendiri hehehe mungkin tidak bisa digeneralkan tapi begitulah kebanyakan mahasiswa disini kebanyakan serba sendiri. Bertanya kalau sudah give up, hehehe banyak positifnya si... Berikut poin-poin ulasan mengenai R software:

1. R adalah open source alias Gratis

Jadi, yang paling mudah membedakan R dengan statisctic software yang lain yaitu R adalah open source, alias "Gratis". Tidak butuh lisensi hanya tinggal didowload saja, berikut saya link kan laman resminya. Bisa diinstal di Windows, Mac, ataupun linux yang  berbasis UNIX. Lain halnya dengan software yang lain yang etikanya ketika dipakai harus berlisensi resmi dan muahal yahhh hehehe..classic R software menurut saya agak jadul tampilannya, kalau saya sendiri install R studio karena lebih asik interfacenya, tapi kalau mau pakai R studio harus install juga R classicnya.

2. R merupakan bahasa pemograman

Kesan pertama  kenalan dengan R, hahaha berasa kayak jaman SD yang dulu pake DOS yang harus memasukkan seperti comment atau coding-coding yang untuk saya sangat tidak familiar dengan bahasa pemrogaman. R dikembangkan mulai tahun 1992 oleh  Ross Ihaka and Robert Gentleman[ di  University of Auckland, New Zealand dan tahukah kalian kalau R itu diambil dari huruf awal nama pemngembangnya yang sekarang berkembang menjadi R development core team.  Oleh karenanya, R itu adalah bahasa pemrogaman yang menjadikan belajar R itu butuh ekstra segalanya hehehe ekstra menghadapi stress menghadapi R script, dan setahun belajar berasa sudah seperti coding person hehehe..so far aman, selamet dan analisis jadi meski pake mules-mules diawal wkwkwkwk

3. R semakin sexy

Tren penggunaaan R untuk statistic software kian hari kian meningkat, berikut saya lampirkan perbandingan dengan analisis statistic tools yang lain. Survey terakhir  yang dilakukan oleh KDnuggets 2016, dengan pertanyaan

What software you used for Analytics, Data Mining, Data Science, Machine Learning projects in the past 12 months?

R memimpin pooling, dengan 49% share (meningkat dari 46.9% di 2015), disusul dengan Python yang hampir menyusul R dengan 45.8% share (meningkat dari 30.3%).
Jadi, R memang lagi naik daun saudara hehehe.

Change in the number of scholarly articles using each software in the most recent two complete years (2013 to 2014). Packages shown in red are “hot” and growing, while those shown in blue are “cooling down” or declining.
KDnuggets Analytics/Data Science 2016 Software Poll: top 10 most popular tools in 2016 

 
4. R mengembangkat paket-paket analisis sesuai bidang keilmuan

Aplikasinya R software itu terdiri dari paket-paket yang sesuai dengan bidang keilmuan tertentu. Misalkan saya fokus di ecological data analysis lazim menggunakan paket vegan dan sekarang lagi encourage belajar ade4 package, hehehe lagi ngebul belajar R script dan detail analisisnya. Pengalaman di penelitian saya, detail akan dibagaimanakan data kita itu ya rujukannya jurnal-jurnal referensi, tinggal di follow, minat menggunakan analisisnya tinggal ditelusuri paket analisisnya apa dan belajar detailnya bagaimana. Biasanya jurnal-jurnal juga ada yang menyediakan tutorial R scriptnya dan itu sangat membantu untuk yang self learning seperti saya.

5. R menyajikan interaktif grafik

Bosan dengan grafik-grafik biasa seperti linier grafik, biplot, di R kita bisa menggunakan grafik yang lebih interaktif. Terutamanya yang belajar data ordinansi seperti saya kalau cuma biasa aj, bakal langsung kena reject jurnal. Berikut contoh grafik-grafik interaktif yang bisa dilakukan menggunakan R. Dan yang terbaru sekarang ini bisa mengolah data yang disajikan dalam bentuk 3D yang uwaww pokoknya.


Interactive graphics in R

Referensi di banyak jurnal, apalagi jurnal-jurnal kelas wahid kayak nature pasti menyajikan grafik yang gak biasa dan biasanya mereka memakai R, hehhehe kadang sampe ngebul kalau mikirin gimana caranya bisa bikin grafik seperti ini hehehe kebayang semakin kompleks grafik pasti R command nya makin puanjanggggg, someday, belajar pelan-pelan dulu. Jadi bukan hanya artis aj yaa..yang butuh interface cantik, tapi sebagus-bagusnya data kalau tidak menarik dalam penyajiannya yahhh sayang aja..

6. Komunitas R yang tidak terbatas

Belajar R hanya perlu internet dan laptop, 24 jam bisa konsultasi dengan komunitas yang semakin ramai di dunia maya. Dan itu sangat membantu saya, bisa survive sampai hari ini. Ada uneg-uneg tinggal ketik di mbah google aj, pasti dijawab hehehe. Dan R-blogger itu seperti magazine nya R, update dan tutorial R script ada disana.

Semoga yang sedikit ini bisa menambah kekepoan tentang R, buat saya pribadi semoga tak gentar terus belajar. Setelah belajar R saya lebih paham dengan teman-teman yang penelitiannya dengan  hanya data, tidak ke lapang tp duduk dengan layar yang tulisannya huruf alien, yahh saya paham, tahu kalau itu tidak sangat mudah. Dengan keunggulan-keunggulan yang telah disampaikan di atas semoga menambah minat ya belajar R. Buat yang sudah berada di zona nyaman analisis dengan easy tools kalau mau upgrade di garis depan research tidak ada salahnya belajar lagi, reliable statistic data analysis bisa jadi gerbang pembuka menghantarkan hasil riset go international yang dengan ini akan banyak orang bisa merasakan manfaat dari hasil riset kita. Buat kita semua semangat yaaa, semoga dimudahkan.




Saturday, November 12, 2016

Phytoremediation

Post-mining site at Okayama Prefecture of Japan
Phytoremediation is one of remediation technology that uses the plant to clean contaminated sites. The impact of Industrial Revolution introducing amount hazardous compounds into the environment. This hazardous pollutants consist of a variety of organic compounds and heavy metals, which pose serious risks to human health. Phytoremediation technique has developed because of it the low-cost application, natural cleanup technique methods using solar energy transport which are most useful at shallow sites, and low levels of contamination. The mechanisms of phytoremediation depend on the type of contaminant, bioavailability and soil properties. Primarily, the uptake of contaminants in plants occurs through the root system, which the principal mechanisms for preventing toxicity are found. In particularly mechanisms on phytoremediation are varied, including phytoextraction, rhizofiltration, phytovolatilization, phytostabilization, phytodegradation, hydraulic control, and rhizodegradation.

Phytoextraction also called phytoaccumulation, it refers to the uptake and translocation of metal contaminants in the soil by plant roots into the above-ground portions of the plants. This mechanism becomes primarily used for the contaminated soils treatment. Rhizofi
ltration is similar to phytoextraction, but the plants are used primarily to address contaminated ground water rather than soil. Phytovolatilization mechanism involves the use of plants to take up contaminants from the soil, transforming them into volatile forms and transpiring them into the atmosphere. Phytostabilization is the use of certain plant species to immobilize contaminants in the soil and ground water through absorption and accumulation by roots, adsorption onto roots, or precipitation within the root zone of plants (rhizosphere). Phytodegradation also referred to as phytotransformation. It involves the degradation of complex organic molecules to simple molecules or the incorporation of these molecules into plant tissues. In hydraulic control mechanism of groundwater contamination by plant canopies through increased transpiration reduces infiltration of precipitation or increases transpiration of groundwater, thus reducing contaminant migration from the site in groundwater plumes. The last scheme of phytoremediation mechanism is Rhizodegradation also referred to as phytostimulation refers to the breakdown of contaminants within the plant root zone or rhizosphere. It is believed to be carried out by bacteria or other microorganisms whose numbers typically flourish in the rhizosphere. It can also be seen as plant-assisted bioremediation, the stimulation of microbial and fungal degradation by the release of exudates/enzymes into the root zone (rhizosphere).

Thursday, November 10, 2016

Multipurpose of Miscanthus Perennial Grass

Miscanthus is one of perennial grass plant which produces large of biomass. The development of energy alternative based on biomass, Miscanthus, becomes potential grass species in future prospect. There are many advantages which Miscanthus have, such as this grass categorized as low demand nutrients input, with a poor quality of land still have higher yields, and also have tough persistence including in cold weather. The result from Saga et al. (2014), showed under cool temperature Miscanthus photosynthesis ability is higher other C4 grasses such as maize and sugarcane. Based on that categorized Miscanthus also used in the marginal land to stabilize and covering land in wildlife. Even this grass produce large biomass, to keep the sustainable in the nutrient cycle in harvest technique should be considerate to remain the rhizome in the soil as nutrient source. Moreover, the development of bioproduct becomes coproduct such as chemical and material is a great future. Development the biomass resource as bioproduct should considerate other issues such as conflict with food, stable supply, and for industrialized it should work economically. Miscanthus with the beneficial based on the character, have a great challenge leading the biorefinery schema.

Another scenario for utilization Miscanthus perennial grass plant is producing biomass in term reducing greenhouse gas emission. Greenhouse gasses contributed in earth warming and simultaneously make climate changed. Concentration gasses that trapped in the atmosphere, day by day increased. Through photosynthesis, carbon dioxide in the atmosphere will change become photosynthates or biomass. Miscanthus is a grass with high of yield with soil C sequestration rate, until 503 kg/ha which almost twice than Japanese cedar forest. The concept for mitigating the concentration from agriculture sector is utilization biomass which accumulates carbon in soil and biomass. So that high yield in Miscanthus is equal with the purpose mitigation greenhouse concept. Real application in Miscanthus planting still needs burning process for maintaining Miscanthus vegetation in grassland. Research that calculates carbon dynamics as affected by burning explained that after burning soil C not burning and soil CH4 and N2O flux did not increase after burning. It showed deep explanation that during burning, even CH4 and N2O were emitted but higher soil C accumulation still stored. Compared with Japanese cedar forest soil C accumulation in semi-natural grassland has significantly higher which indicated Miscanthus grass should become a potential sector in mitigated greenhouse gasses.

Miscanthus sinensis pioneer grass
Hokkaido is the northern main island in Japan, which have low population than another main island in Japan. And also have a low temperature in long time than another area, sometimes extreme weather occurred. With this special environment condition, make Hokkaido becomes the main focus in Agriculture sectors. Moreover, Hokkaido suitable to becomes primary industries based biorefinery. Integrated multipurpose that concerning in mitigation greenhouse gasses, also feedstock production to fuel, adding value becomes chemicals and materials through bioprocess appropriate with the future plan. Research and development, involving the Miscanthus proposed for biorefinery schema or development as global warming mitigation effort still needed. Indeed, Hokkaido with exceptional condition becomes one of a suitable area to develop a future plan with Miscanthus grass as a potential commodity.

Global Warming? What About in The Arctic Region

Arctic is a special region which has many definitions based on the aspects likes astronomically, climatologically, and also botanically. Briefly, the arctic is Polaris mostly located in the north pole. Different with the southern polar region which mostly ice-covered continental, in northern pole surrounded by ocean.

Continuously emitted carbon dioxide and other greenhouse gasses in atmosphere finally also give impact in the arctic environment. Most of the heat energy from earth surface is absorbed by greenhouse gasses which become the barrier so that the heat becomes back to the surface and surface becomes warmer. This process should be in long-term process but nowdays scientists knew that already happen the impact of global warming. IPCC in 2001 have declared that climate change in the polar region is predicted becomes the largest and most rapid than another region on earth, as consequence will cause major ecological, physical, sociological and economic impact, particularly in the arctic region.

Warming in the arctic giving impact in physical climate such as; rising temperatures, until now over past half century the temperatures was increased 3-4°C on winter in Alaska; rising the river flow, this happen because the ice slowly melting; declining snow cover; increasing precipitation; thawing the permafrost that caused much erosion in arctic area and the most famous is rising sea level, the impact to be greater than in global average. In natural system, ecosystem structure and composition changes, after ice-covered land becomes melting it was open land space so that there are much vegetation grow, it is mean in some part agricultural and forestry will be increased due to a longer and warmer growing season and slowly it will cause an exchange in social life for indigenous people in arctic region.

In the summarize, it is clearly that global warming gives impact in natural, physical also a social aspect in the arctic region. Moreover, it will be a great challenge in economic aspect. Nowdays, we are more focused the changes that happen in the terrestrial ecosystem, it should become a way of thinking that it needs synergy research so that the strong approach can initiate in all area include arctic area. Mitigation effort and adaptation effort could be carried out simultaneously to minimize the impact and changes.

Tuesday, September 8, 2015

Memantapkan Tujuan

Bertujuan lah jika jalannya tidk ingin terombang ambing, bahkan air yang tak ber raga pun punya tujuan yaitu mencari arah yang lebih rendah. Setiap dari kita juga ber hak memilih apa tujuan hidup.

Kisah dari mereka yang menginginkan bahagia, apapun dilakukan dengan dalih hidup di dunia kan hanya sekali saja, ya sudah kenapa gak dinikmati aja. Ada juga yang santai, ya sudah si kita liat aj nanti toh semuanya juga sudah diatur.

Kisah dari mereka yang selalu ini berbagi, berharap bisa membantu dan bermanfaat bagi yang lain, mengispirasi dari pengalaman yang pernah dirasakan. Tujuannya mantab, membuat greget saat kedipan mata setiap bangun tidur.
Hingga pernah suatu massa ada kalanya menikmati kisah-kisah hidup orang bagi mereka yang pasif, sekedar menikmati tulisan dan karakter yang dibuat dalam cerita film atau pun penokohan dalam sebuah novel.

Semua itu proses, bahkan bagi kami yang sudah tidak lagi muda terkadangan galau dengan tujuan hidup sendiri. Mungkin bukan galau, karena saya meyakini kalua tujuan hidup itu akan berubah seiring dengan perjalanan waktu dan pengalaman. Bagi mereka yang dipilihNya akan dengan cepat untuk menentukan dan memantapkan tujuan akhirnya.

Saya kira perjalanan hidup yang sudah lebih dari seperempat abad ini sudah bukan lagi mencari-cari apa tujuan hidup. Saatnya kita memantabkan tujuan hidup yang ada. Semua yang kita miliki, yang kita lewati pada akhirnya hanyalah sebuah kendaraan. Kendaraan kemana? Ya kendaraan untuk berpulang ke tempat asal kita. Itulah tujuan akhirnya, kendaraan menuju tujuan akhir yang abadi dengan melewati tujuan-tujuan mulia yang manusia cita-cita kan. Mari-mari jangan hanya menjadi objek dongeng orang lain, jangan menjadi pengamat dan komentator dongeng orang lain, kita pun berhak untuk menciptakan dongen dengan tujuan kita. Semoga kita semua selamat sampai tujuan, pergunakanlah kendaraan kita ini dengan sebaik-baiknya hingga kita bertemu lagi nanti di keabadian.

Thursday, August 13, 2015

Refleksi 70 Tahun Indonesia Merdeka

Sahabat,
Ketakutan yang sesungguhnya adalah ketika menyadari potensi pribadi. Sebenarnya apa yang membedakan antara orang yang sukses dan tidak. Orang sukses itu adalah orang yang berhasil mengenali potensi diri dan mau untuk berjuang dengan potensi yang ada, karena sukses itu tidak ada yang instan. Butuh letih dan peluh untuk merasakan manisnya keberhasilan.

70 Tahun sudah Indonesia merdeka…

Sudah sampai dimana negeri ini. Sudah lebih dari setengah abad. Terus berkembang dan terus belajar mendewasakan dan beraktualisasi. Sejelek-jeleknya potret negara yang ada sekarang, saya tetap mencintainya karena itu lah satu-satunya keluarga dan negara yang dipunya. Saya rasa semua elemen bangsa ini sudah mengetahui potensi besar yang dimiliki oleh negara tercinta ini. Bahkan tidak sungkan-sungkan para petinggi NATO pun jelas mengakui kehebatan sistem pertahanan negara kita, menariknya mereka mengatakan “siapa yang berani dengan serta merta melawan militer Indonesia”.

Jenderal Tommy Franks: ”Kita pernah punya pengalaman pahit di Vietnam dan Korea, dan semua pemimpin USA sadar siapa dibalik kedua negara Asia yang pernah terlibat konflik dgn kita." "Indonesia adalah guru bagi Vietnam dan Korea Utara saat berperang melawan USA.”
Sahabat, dunia pun sudah menyadari potensi kita, ingatkah penggalan kisah sejarah saat kemerdekaan RI masih seumur jagung, saat utusan presiden Soekarno menemui KH Hasyim Asy'ari menanyakan apa hukumnya membela tanah air, hingga resolusi jihad pun dikumandangkan. Mungkin kita tidak akan pernah tau rasanya ketika darah ini mengalir demi memperjuangkan kemerdekaan. Lalu apa setelah secara de facto dan de jure kemerdekaan kita raih, sudahkah bangsa ini merdeka.

Dunia itu takut dengan semangat bela negara bangsa kita, jadi bukan itu yang mereka arah, bukan itu usaha mereka untuk menghancurkan bangsa ini. Dengan memanfaatkan segelintir jiwa-jiwa yang terlalu cinta dunia mereka menjadikan kita ciut terhadap potensi diri. Dihilangkannya rasa percara diri untuk mandiri. Dibuatnya bangsa ini selalu komsumtif terhadap barang bukan buatan sendiri. Dibuatnya tidak ada solusi lain selain impor.

Coba bayangkan jika pemerintah percaya pada bangsa ini bisa mandiri. Ketika bangsa ini diberi kepercaan untuk menjaji produsen bukan lagi target konsumen, ketika mafia-mafia importir itu ditekan untuk tidak bisa bergerak. Mungkin, ilmuan dengan banyak paten yang sudah nyaman menetap diluar negeri mau kembali dan berkarya, karena pasti, sekali lagi pasti.. mereka merindukan bangsanya, merindukan bangsanya bisa menikmati karya yang dihasilkan.

Sahabat, bukan 1 atau 2, ada banyak ratusan ilmuan di luar negeri yang lebih nyaman tinggal, bukan dinegaranya sendiri.. Kami disini merasakan komunikasi dan sinergi nyata antara pemerintah sebagai pembuat kebijakan, lembaga riset sebagai innovator, dan industri sebagai investor sehingga karya itu tidak sebatas publikasi tapi dapat berkontribusi untuk kehidupan yang lebih baik. Bukan sikut-sikutan antar berbagai kepentingan yang jelas terlihat saat ini di rumah sendiri.

70 tahun sudah Indonesia merdeka…

Semoga kita semakin percaya diri terhadap potensi yang kita miliki, dan diberikan taufik untuk berjuang dengan potensi tersebut. Ibarat kepompong, kami yang jauh tinggal dari tanah air, berikan lah kami waktu untuk menggali kemampuan diri agar saatnya nanti ketika bangsa kita tercinta sudah sadar dan kembali percaya pada kemampuan anak bangsanya, bisa lahir kupu-kupu yang cantik pengharum bangsa.

Salam Merdeka,
Sapporo, 13 Agustus 2015

Friday, January 2, 2015

Berawal dari 28 September 2014

Yahh.. masi jelas teringat perjalanan ini dimulai tanggal 28 September 2014, dimana kami terpisahkan lagi untuk kesekian kalinya. Kali ini jika Rabq berkehendak mungkin selama 5 tahun kami akan berjuang pada dimensi ruang yang berbeda. Kalo teringat itu tanpa sadar air mata menetes seraya berdoa ya Rab takdir ini pasti baik bagi kami semoga kami bisa menjalani episode hidup ini.

Petualangan ini pada awalnya tidak sendiri ada titipan Rabq di tubuh ini tapi takdir berkata lain di usianya yang 3 bulan Rabq mengambilnya lagi ditempatkannya di tempat yang jauh lebih bahagia dibanding dunia ini.

Rasanya bercampur aduk hanya sedikit berjuang dipikiranq saat itu untuk malam ini aq tidak ingin membuatnya berat melepaskanq. Urusannya tidak mudah ada sedikit hambatan dalam proses keberangkatannya tapi tidak lama hingga perpisahan pun benar terjadi. Kala itu aq memohon doa restu sembari mencium kakinya semoga ridhonya menyertai langkahq berjuang. Hati dan perasaan yang disembunyikan dengan senyum tertumpah setelah melalui imigrasi meneteslah air mata ini. Aq berlindung dari segala perasaan dan kesedihan semoga engkau perhitungkan ini sebagai amal ibadah.

Melalui negeri gingseng, sampailah di rumah baruq nafas baruku dan tempat merajut mimpi dan masa depan yang baru. Sapporo, Hokkaido 29 September 2014.

Thursday, January 1, 2015

We’ve Never Know Throughly

Bahagia Terhadap Takdir yang Sudah dan yang Akan Ditetapkan

Strengthen your heart and you will see the beautiful fate that made for you.

Saya yakin hal ini pun tidak hanya terjadi kepada saya. Ketika mereka bertanya, saya pun menjawab “Lalu mau bagaimana lagi”. Pernyataan itu seolah menjadi gambaran tidak adanya daya dan upaya atas apa yang sedang kita alami. Namun jawaban ini bagi saya merupakan jawaban mengenai kepasrahan dan keyakinan terhadap Maha yang menentukan, bahwa inilah jalan yang terbaik yang harus saya jalani tanpa bertanya apa dan bagaimana tanpa meragukan lagi. Saya menganggap apa yang terjadi pada kita, meski kita rasa tidak sesuai dengan harapan atau pun keinginan, karena memang sepenuhnya kita tidak tahu betul apa yang terbaik menurut kita. Pada khalayak, saya sampaikan pemikiran ini lah yang menjadi kekuatan saya untuk menjalani hidup yang jika dibandingkan, cerita hidup yang kurang bahkan tidak sesuai dengan keinginan kita lebih mendominasi dengan apa yang kita harapkan.

Takdir itu terbaik untuk saya

Manusia dikatakan sebagai makhluk yang sempurna jika dibandingkan dengan mkhluk yang lain. Akal dan perasaan yang kita miliki menjadi pembeda dengan yang lain. Dengan akal kita mampu berfikir dan dengan perasaan kita dapat berkasih sayang. Kekuatan berfikir yang dilandasi dengan perasaan yang kuat sering menjadi motivasi dan kekuatan tersendiri dalam meraih dan menjalankan sesuatu. Namun dibalik itu semua manusia memiliki kelemahan dan keterbatasan. Indra kita yang terbatas, merupakan salah satu contoh kelemahan yang kita punya. Oleh karena itu tidak harus semua yang terjadi terhadap kita harus selalu dapat diterima dengan akal dan perasaan kita.

Setelah kita berikhtiar segala apa yang ditetapkan terhadap kita yakinilah bahwa itu merupakan yang terbaik untuk kita. Meski itu tidak sesuai dengan harapan atau keinginan kita, yakinilah bahwa harapan dan keinginan kita itu dapat saja menjadi tidak baik karena keterbatasan indra atau keterbatasan pemikiran yang kita miliki. Ketika kita dapat meyakini sesuatu itu adalah yang terbaik untuk kita maka semua indra dan perasaan bisa menerima hingga kita dijauhkan dari perasaan kecewa atau frustasi.

Dengan adanya pemikiran ini dapat menjadikan kita bahwa tidak semuanya harus kita tahu keseluruhannya. Ada rahasia-rahasia mengenai cerita hidup kita dimana hanya Tuhan yang tahu. Dengan ini hendaknya dapat menjadi motivasi kita untuk berbesar hati menerima setiap takdir yang telah dan akan ditetapkan terhadap kita. Kita merupakan ciptaan yang telah dijanjikan akan kesempurnaan pasti Tuhan telah menggariskan yang terbaik menurutNya. Tugas kita sebagai makhluk yang sempurna adalah menggunakannya indra dan perasaan kita sebaik dan semaksimal mungkin, sedangkan hasil yang akan didapat adalah murni rahasia dan kehendakNya. (Jakarta, Rifa)

Wednesday, June 27, 2012

Orang Hebat dengan Jalan Hidup Hebat Pula

Jalan berliku dengan rangkaian ujian hebat mengantar seseorang menjadi hebat juga..setujukah?
Namun seraya berfikir ada benarnya juga orang hebat pastilah tidak mungkin hidup biasa saja. Ibarat naik tangga makin keatas terasa angin kencang,kencangnya angin ini bisa membuat kita jatuh ke dasar atau malah mengangkat kita menapaki tangga selanjutnya.
Jangan pernah berfikir jika kita susah sendiri berliku sendiri, karena perjalanan hidup yang luar biasa itu adalah cara tuhan menghantarkan kita menjadi orang hebat. Tersenyumlah dan yakin kita bisa seraya berdoa agar allah selalu menyertai dan menuntun kita. Senyum semangat selalu ya kawan...

Saturday, June 23, 2012

Tugas pun Masi Menumpuk...

Hari ini seharusnya udah beres ujian menurut jadwal yang ada tapi kenyatannya 3 paper blm beres dan 1 ujian take home menunggu. Ini lah proses sebenarnya bukan hanya gelar dan title saja namun proses kita mencapai itulah yang harganya mahal. Sebagai seorang yang dewasa kita harus bisa bertanggungjawab terhadap apa yang kita pilih. Pilihan sekolah itu kini jadi fokus utama yang terpenting jalankan apapun itu dengan senang hati dan yakin suatu saat nanti langkah ini akan berarti buat masa depan yang kita belum tahu. Dan malam ini,buku-buku yang berserakan ini,laptopq yang masih berkedip ditemani nyala led modem dan spesial lagi ditemani oleh gemerlapnya panggung spektakuler idol show...seraya beucap maha besar allah dengan segala karunianya dan kesempatan yang diberikan.


Monday, June 4, 2012

,,,,,,,,,,Kembali lagi

Wahhhh buka-buka blog ampe kelupaan password haduhhh payah..sibuk,,males,,apa menutup diri..yahh semuanya kalee..banyak banyak kejadian, semangat lagi gara2 tetangga blog nyindir mulu niii sepi..hayuk..hayukk berbagi lagi, buat album pribadi. Teruntuk someone yang buatin ini blog sedih juga harus hijrah dari dunia perblogan,,mari tinggalkan sesuatu untuk anak cucu hehehehe..lanjuttt

Saturday, March 24, 2012

Jalan Itu Berat dan Berliku

Pernahkah kita mendengar pernyataan yang menyatakn jalan menuju kebaikan itu berat dan berliku, sedang jalan menuju kejahatan dan kemaksiatan itu mudah. Agaknya saya sependapat dengan pernyataan itu. Ibarat buah yang di panen, tidak serta merta datang begitu saja, sebuah tanaman hinggu berbuah pun harus berproses..mulai dari berkecambah, tumbuh dari fase semai ke dewasa hingga matang secara generatif kemudian menunggu adanya proses pembuahan barulah proses itu terjadi. Dan taukah..sampai tanaman bisa survive dan menjalani proses-proses itu, harus menghadapi cekaman kondisi kritis saat musim kering bahakan saat musim hujan bisa banjir atau saat organisme datang menyerang. Begitu pula dengan usaha kita, bagi rekan teman yang sedang dalam jalan meraih kebaikan entah apa itu sedang menuntut ilmu atau sedang berjuang mencari nafkah untuk keluarga..pastilah hambatan itu ada. Karena semua berproses..ada sistematika yang harus dilalui..so...jangan menyerah..ada siang ada malam, begitu pula ada saatnya jalan itu berat dan berliku ada saatnya juga buah manis akan kita petik..ayo smangat yah...jangan mudah menyerah..

Monday, October 10, 2011

Jamur Shitake

Jamur adalah kelompok besar jasad hidup yang termasuk ke dalam dunia tumbuh-tumbuhan yang tidak mempunyai pigmen hijau daun (khlorofil). Tetapi jamur berinti, berspora, berupa sel, atau benang, bercabang-cabang, dengan dinding sel dari selulosa atau khitin atau kedua-duanya. Pada umumnya jamur berkembang biak secara seksual dan aseksual. Secara taksonomi kelompok ini masuk dalam kerajaan fungi dengan beberapa kelasnya. Jamur mempunyai bentuk tubuh mulai dari yang sederhana yaitu satu sel atau uniseluler, kemudian bentuk serat atau filamen, sampai dengan bentuk lengkap seperti halnya jaringan lengkap pada tanaman biasa. Dari bentuknya sering jamur dikenal sebagai kelompok kapang (jasad renik) dan kelompok mushroom (supa). Dari sisi kehidupannya, jasad ini dikelompokkan ke dalam 2 kelompok. Kelompok pertama dikenal sebagai jasad yang saprofitis yaitu jasad yang hidup dari jasad lain yang sudah mati ataupun dari sisa zat buangan seperti misalnya pada timbunan sampah, tanaman atau hewan yang telah mati, bahan makanan yang disimpan. Kelompok kedua, dikenal sebagai jasad yang parasitis yaitu yang hidup menumpang pada jasad lain yang masih hidup. Kelompok yang terakhir ini sering menimbulkan kerugian seperti halnya penyebab berbagai penyakit kulit. Melihat dari berbagai bentuk kehidupannya, maka tidak mengherankan bila jamur dapat hidup kapan saja dan di mana saja, selama tersedia substrat yang dibutuhkan dan lingkungan yang menunjang. Kehadirannya di dalam kehidupan kita juga sangat beragam, entah mendatangkan kerugian atau keuntungan baik secara langsung maupun tak langsung. Salah satu keberadaan jamur di lingkungan kita yang terasa sangat menguntungkan adalah keberadaan dalam dunia pangan. Salah satu jenis jamur yang cukup digemari dan memilki citarasa yang cukup tinggi di bidang pangan adalah jamur shitake. Jamur Shiitake (Lentinula edodes) atau jamur Hioko dan sering ditulis sebagai jamur shitake adalah jamur pangan asal Asia Timur yang terkenal di seluruh dunia dengan nama aslinya dalam bahasa Jepang. Shiitake secara harafiah berarti jamur dari pohon Shii (Castanopsis cuspidata) karena batang pohonnya yang sudah lapuk merupakan tempat tumbuh jamur shiitake. Spesies ini dulunya pernah dikenal sebagai Lentinus edodes. Ahli botani Inggris bernama Miles Joseph Berkeley menamakan spesies ini sebagai Agaricus edodes di tahun 1878. Shiitake banyak dibudidayakan di Tiongkok, Korea dan Jepang dan bisa dijumpai di alam bebas di di daerah pegunungan di Asia Tenggara. Di Hongkong dan Singapura, jamur jenis ini dikenal sebagai chinese black mushroom. Di Indonesia dikenal dengan nama jamur kayu cokelat atau secara umum disebut jamur shiitake saja Shiitake juga dikenal dengan nama jamur hitam China, karena aslinya memang berasal dari daratan Tiongkok dan sudah dibudidayakan sejak 1000 tahun yang lalu. Berikut ini taksonomi jamur shitake : Kerajaan : Fungi Filum : Basidiomycot Kelas : Homobasidiomycetes Ordo : Agaricales Famili : Marasmiaceae Genus : Lentinula Spesies : Lentinula edodes Shiitake dalam bahasa Tionghoa disebut xiānggū (Hanzi : "jamur harum"), sedangkan yang berkualitas tinggi dengan payung yang lebih tebal disebut dōnggū (Hanzi: "jamur musim dingin") atau huāgū ("jamur bunga") karena pada bagian atas permukaan payung terdapat motif retak-retak seperti mekar. Di Indonesia kadang-kadang dinamakan jamur jengkol karena bentuk dan aromanya seperti jengkol walaupun bagi sebagian orang rasa jamur ini seperti rasa petai. Jamur shiitake tumbuh di permukaan batang kayu yang melapuk dari pohon Castanopsis cuspidata, Castanea crenata (berangan), dan sejenis pohon ek Quercus acutissima. Batang dari tubuh buah sering melengkung, karena shiitake tumbuh ke atas dari permukaan batang kayu yang diberdirikan. Payung terbuka lebar, berwarna coklat tua dengan bulu-bulu halus di bagian atas permukaan payung, sedangkan bagian bawah payung berwarna putih. Diameter tudung antara 5-10 cm dengan tebal antara 2-6 cm. Tangkai berwarna putih kekuningan dan panjang 2-6 cm, dengan berat setiap jamur berkisar 10-30 gram Shitake atau dikenal juga dengan nama Hoang-ko merupakan jamur yang mempunyai nilai ekonomis tinggi. Cita rasanya khas, terutama aromanya yang harum, menjadikan shitake mempunyai harga tinggi yang hanya dapat dikalahkan oleh jamur Black Truffles (Tuber melanosporum). Harganya sangat ditentukan oleh aroma yang dapat dihasilkan. Umumnya, jamur yang liar lebih mahal dibandingkan hasil budidaya karena cita rasanya yang dinilai lebih lengkap. Shitake juga dikenal sebagai bahan pangan yang mempunyai potensi sebagai obat. Jamur ini dilaporkan mempunyai potensi sebagai antitumor, obat untuk penyakit saluran nafas, melancarkan sirkulasi darah, meredakan gangguan hati, memulihkan kelelahan dan meningkatkan energi chi. Shiitake juga dipercaya dapat mencegah penuaan dini dan antivirus karena mengandung senyawa polisakarida yang dikenal dengan sebutan lentinan. Shitake juga dilaporkan dapat menurunkan kadar kolesterol darah dengan aktivitas eritadenin yang dimilikinya. Dari hasil penelitian yang pernah dilakukan baik di Jepang maupun di negara-negara barat menunjukkan bahwa shitake ini memang memilki banyak zat yang sangat bermanfaat bagi kesehatan manusia, antara lain asam amino yang terkandung di dalam jamur shiitake dapat membantu memproses kolesterol di dalam hati. Jamur ini mengandung asam amino yang sangat dibutuhkan oleh tubuh, yaitu; thiamin, riboflavin, niacin, serta beberapa jenis serat dan enzim. Jamur Shiitake juga mengandung ergosterol, yang akan diolah tubuh menjadi vitamin D setelah kulit terkena sinar matahari. Kandungan asam amino jamur shiitake membuatnya berfungsi meningkatkan sistem kekebalan tubuh, dan mengatasi gangguan pencernaan, hati, meredakan serangan pilek, dan melancarkan peredaran darah.Penelitian lainnya di Jepang yang dilakukan pada tahun 1980, menemukan bahwa jamur shiitake ternyata sangat manjur untuk mengobati penyakit hepatitis B. Jamur berwarna cokelat ini terbukti mampu memproduksi zat antibodi. Penemuan ini telah diuji coba pada 40 orang penderita hepatitis B kronis. Mereka mengkonsumsi 60 gram jamur shiitake segar setiap hari selama empat bulan. Hasilnya, hampir semua penderita hepatitis B mengalami pengurangan gejala dan 15% virus hepatitis B dapat di nonaktifkan. Sementara itu, para ilmuwan dunia barat juga menemukan fakta bahwa jamur ini mampu melawan serangan penyakit jantung, kanker dan virus penyakit.Sementara hasil penelitian di lingkungan National Cancer Center Institute di Tokyo, Jepang, Eropa dan Amerika Serikat menunjukkan, ekstrak jamur shiitake memiliki kemampuan menghambat pertumbuhan tumor antara 72-92 persen, sarcoma sekitar 81 %. Tak hanya itu, Dr KW Cochran dari Universitas Michigan, Amerika Serikat, tahun 1974 mempublikasikan khasiat jamur shiitake yang sudah sejak lama diketahui mempunyai peran di dalam penurun gula dan kolesterol darah, juga sebagai antikanker dan antitumor. Dalam jamur shiitake selain protein, niasin, thiamin, riboflavin, serta sederet mineral, juga terdapat lentinan yaitu polysakharida yang larut di dalam air, yang sejak lama diakui memiliki kemampuan sebagai antitumor dan antikanker. Pada jamur shiitake, kandungan lentinan tertinggi akan didapatkan pada bagian batang dekat tudung dan bagian tudungnya. Sedang batang lainnya, umumnya merupakan makanan kaya serat yang sangat bermanfaat untuk mencegah terjadinya kanker usus. Manfaat lentinan terhadap penghambatan virus HIV-AIDS, walau di Jepang sudah diakui secara positif, tetapi pada beberapa percobaan di lembaga- lemnbaga kanker AS, belum meyakinkan. Produk jamur shiitake hasil olahan banyak beredar dalam bentuk pil, kapsul atau pun serbuk untuk campuran bahan lain, tetapi sangat dianjurkan penggunaan dalam bentuk segar atau dimasak menjadi sayur. Dan, bagi vegetarian, dengan mengkonsumsi jamur shiitake dapat menggantikan protein hewani. Melihat manfaat yang begitu besar, rasanya tidak berlebihan apabila dikatakan bahwa jamur Shiitake adalah sejenis jamur yang mempunyai prospek yang cerah. Jamur ini mempunyai peluang pasar domestik dan global, dapat dimanfaatkan sebagai obat dan dapat sebagai makanan. Untuk itulah diperlukan suatu pengetahuan mengenai bagaimana mekanisme budidaya jamur shiitake ini agar nantinya bisa dikembangkan secara luas yang pada akhirnya bisa meningkatkan pendapatan masyarakat secara umum. Proses transfer ilmu semacam inilah yang sebenarnya sangat diperlukan masyarakat saat ini. Tahapan penanaman dan pemeliharaan jamur shiitake dengan media serbuk gergaji dapat dilakukan sebagai berikut: Untuk budidaya jamur shiitake perlu disiapkan media tanam yaitu serbuk gergaji yang dikomposkan. Serbuk ini dibiarkan kena hujan dan panas selama dua minggu dan disiram dengan air. Tujuan penyiraman ini selain menyempurnakan pengomposan juga untuk menghilangkan sisa-sisa minyak yang ada pada serbuk gergaji. Setelah itu, serbuk gergaji ditiriskan dengan diangin-anginkan, yang kemudian dapat digunakan sebagai media. Penyiapan media harus dijaga kebersihannya terutama karena bibit jamur stadium miselium rentan terhadap perubahan lingkungan antara lain kelembapan dan temperatur. Setelah inokulasi, pertumbuhan hifa cukup kritis dan memerlukan kondisi lingkungan yang cocok dan relatif stabil. Faktor penting dalam pembentukan tubuh buah yaitu, kelembaban, konsentrasi gas O2 dan cahaya. Kadar air media untuk pertumbuhan vegetatif bergantung pada jenis media yang dipakai. Untuk media kayu utuh, kadar air optimum adalah 45-60% sedangkan media serbuk gergaji adalah 60-75%. Faktor fisik lain seperti suhu, oksigen, cahaya dan gaya tarik bumi juga merupakan faktor-faktor penting. Pertumbuhan vegetatif optimum adalah pada suhu 20-22 derajat C, sedangkan pada saat pertumbuhan tubuh buah memerlukan suhu optimum yang bervariasi bergantung pada speciesnya. Strain dingin dapat menghasilkan tubuh buah dengan baik pada suhu 12-18 derajat C dan Strain pada suhu 20-22 derajat C. Shiitake membutuhkan kadar oksigen lebih tinggi pada saat pembentukan tubuh buah dibandingkan dengan tahap pertumbuhan vegetatif miselium. Itulah sebanya pada log-log plastik (polybag) yang telah terjadi pertumbuhan miselium vegetatif harus dibuka pada saat yang tepat. Hal ini akan mempengaruhi penguapan air dari dalam polybag yang tidak diinginkan. Untuk mengulangi penyiraman dilakukan dengan air kran. Jamur membutuhkan cahaya pada fase pertumbuhan generatif atau akhir pertumbuhan vegetatif. Cahaya terutama berperan dalam proses perangsangan terbentuknya tubuh buah.
Cahaya yang diperlukan yaitu cahaya biru sampai mendekati ultra violet. Intensitas cahaya dianggap cukup apabila dalam ruangan, kita dapat membaca koran dengan jarak satu lengan antara koran dengan mata. Pertumbuhan miselium vegetatif umumnya lebih cepat di dalam log dengan posisi vertikal. Ini menandakan adanya pengaruh gaya gravitasi terhadap pertumbuhan miselium vegetatif. Log dipelihara sampai terbentuk lapisan miselium yang mengeras pada permukaan log. Setelah itu akan muncul benjolan-benjolan dengan ukuran yang bervariasi yang tampak menyembul ke permukaan log. Pada saat itu tutup kapas mulai diperlonggar untuk membantu sirkulasi udara yang membantu pigmentasi. Kemudian akan diikuti dengan pembentukan warna kecoklatan yakni suatu tanda pigmentasi. Setelah pigmen terbentuk tutup kapas dibuka sepenuhnya. Lapisan miselium yang berwarna kecoklatan ini kemudian mengeras dalam waktu sekitar 30 hari seperti kulit batang. Respon ini biasanya berkaitan dengan upaya jamur untuk mengurangi penguapan air dari log. Kadar air di dalam log akan tetap tinggi di luar relatif kering. Kulit inilah yang berperan sebagai pelindung miselium di dalam log dari proses penguapan dan serangan jamur liar. Pada saat inilah, proses pembuahan sudah mulai disiapkan dengan memberikan rangsangan fisik berupa suhu dingin dan kadar air yang berlimpah, dengan cara meredam log jamur dalam air selama beberapa jam sampai semalaman dengan suhu sekitar 15 derajat C. Setelah proses perangsangan selesai, log disimpan kembali ke rak pemeliharaan. Pemeliharaan selanjutnya sangat ditentukan dari pengaturan kadar oksigen dan kelembaban udaraPengaturan kadar oksigen dapat dilakukan dengan membuka jendela ventilasi pada saat kelembaban udara di luar tinggi. Pengaturan kelembaban dapat dilakukan dengan cara penyiraman dengan air secara berkala terutama kalau kelembaban udara di luar rendah (biasanya siang hari). Kadar CO2, yang diperbolehkan dalam ruang pemeliharaan adalah berkisar antara 1200-1500 ppm. Proses pemeilharaan ini menjadi sangat penting dalam upaya mencapai keberhasilan dalam budidaya jamur shiitake sehingga bisa diperoleh hasil yang optimal yang mendatangkan keuntungann yang lebih besar.

Jamur Tiram

Jamur tiram termasuk jamur kayu yang telah banyak dibudidayakan. Jamur tiram ini termasuk dalam kerajaan Fungi, dengan filum Basidiomycota, kelas Homobasidiomycetes, ordo Agaricales, famili Tricholomataceae, genus Pleurotus dan nama spesiesnya Pleurotus ostreatus Tudungnya berwarna hitam lembayung sampai kecoklatan. Bentuknya menyerupai kukit kerang dengan diameter 6-14 cm. Permukaan tudung licin dan mengkilap. Bilah berwarna puti krem atau putih gading. Susunan bilahnya agak rapat. Sewaktu muda bilahnya berwarna putih, makin tua menjadi krem kekuningan. Batangnya lateral (terletak disamping tudung). Ukurannya sanat pendek sekitar 1-3 cm). Warnaya putih dengan permukaan halus. Daging buahnya berwarna krem pucat. Jamur ini hidup baik pada kisaran suhu tingga sekitar 25-30 °C. Budidaya Jamur Tiram Budidaya jamur tiram dapat digunakan substrat selain kayu misalnnya serbuk gergaji, ampas tebu atau sekam. Hal yang perlu diperhatikan dalam budi daya jamur tiram adalah faktor ketinggian dan persnyarataan lingkungan, sumber bahab baku untuk substrat tanam dan sumber bibit. Persiapan yang dilakukan meliputi tahap: • Penyiapan bangunan. Bentuk dan ukuran bangunan disesuaikan dengan kebutuhan. Untuk kebutuhan sekitar 500 – 1.000 buah log diperlukan bangunan dengan ukuran 6mx 4m x 4m. Bahan yang diperlukan berupa tiang, kaso dan sebagainya terbuat dari bambu atau kayu yang telah diawetkan. • Pemeliharaan substart tanam harus memperhatikan faktor lingkungan. Selama pertumbuhan bibit (serat/miselia seperti benang kapas), temperatur diatur antara 28-30oC. Sementara untuk pertumbuhan tubuh buah jamur sampai panen, temperatur diatur antara 26-28oC. Selama pertumbuhan bibit dan pertumbuhan tubuh buah, kelembaban udara diatur sekitar 90% karena kalau kurnag maka substrat tanam akan mengering. Agar kelembababan terjamin, lantai ruangan sebaiknya disiram air bersih pada pagi dan sore hari. Kehadiran jamur asing yang merugikan ditandai dengan tumbuhnya serat/miselia jamur berwarna, misalnya hitam, biru coklat kuning. Bila hal ini terjadi., segera jamur dipisahkan ke luar ruangan dan cepat dibakar. Pertumbuhan tubuh buah awal umumnya ditandai dengan adanya bintik-0bintik serat berwarna putih yang main lama makin membesar dan setelah selang beberapa hari akan tumbuh jamur kecil. Bila kondisi sudah seperti ini, tutup kapad san leher pralon segera dipisahkan dari substrat tanam. Apabila substrat tanam dusah menghasilkan jamur sangat sedikit atau kecil-kecil, segera diganti secara keseluruhan dengan yang baru. Selang waktu antara penanaman pertama ke penanaman berikutnya misalnya 2–3 minggu digunakan untuk membersihkan ruangan, rak dan peralatan lainnya. Budi daya jamur tiram dapat dilakukan dalam bentuk gantung. Caranya substrat tanam diberi kayu atau bambu dibagian tenganhanya. kemudian digantungkan di tempat teduh. Manfaat & Kandungan Jamur Tiram Jamur ini terkenal dengan rasa lezat dan aromanya tajam seperti merica. kandungan gizinya tinggi: protein sekitar 10 – 30%, vitamin C36 –58 mg/100 gram (kondisi kering, vitamin B2 4.7 – 4.9 mg/100g. Menu masakan seperti nasi goreng jamur dan panggang jamur sering menggunakan bahan jamur tiram. Jamur tiram selain dapat disayur, juga dapat diolah menjadi makanan lain misalnya kerupuk, keripik atau dengan nama lain tiram crip atau tiram chips. Jamur tiram juga populer sebagai masakah sup dan pepes. Kandungan nutrisi jamur tiram tersusun atas kadar air 92,2%, lemak 1,1, Karbohidrat total 59,2, serat 12, abu 9,1 dan nilai energi 261. Dari hasil penelitian, jamur yang biasa kita makan rata-rata mengandung 14-35 persen protein. Dibandingkan dengan beras (7,38 persen) dan gandum (13,2 persen), jamur berkadar protein lebih tinggi. Asam amino esensial yang terdapat pada jamur ada sembilan jenis dari total 20 jenis yang kita kenal yaitu lysin, methionin, tryphtofan, theonin, valin, leusin, isoleusin, histidin, dan fenilalanin. Sedangkan kalori yang dikandung jamur adalah 100 kj/100 gram dengan 72 persen lemak tak jenuh. Jamur juga kaya akan vitamin, di antaranya B1 (thiamin), B2 (riboflavin), niasin, dan biotin. Untuk mineral, jamur mengandung K, P, Fe, Ca, Na, Mg, Mn, Zn, dan Cu. Serat jamur sangat baik untuk pencernaan. Kandungan seratnya mencapai 7,4- 24,6 persen sehingga cocok untuk para pelaku diet. Menurut hasil riset di Massachusetts University, AS, riboflavin, asam nicotinat, panthotenat, dan biotin (Vit B) yang ada pada jamur masih terpelihara dengan baik meskipun jamur telah dimasak. Senada dengan penelitian tersebut, secara spesifik, Beta Glucan Health Center mengatakan bahwa jamur tiram yang bernama latin Pleurotus ostreatus atau dalam bahasa Inggris disebut sebagai oyster mushroom mengandung senyawa pleuran yang berkhasiat sebagai antitumor, menurunkan kolesterol, serta bertindak sebagai antioksidan. Jamur tiram, di Jepang disebut sebahai hiratake, mengandung protein 19-30 persen, karbohidrat 50-60 persen, asam amino, vitamin B1, B2, B3, B5, B7, C, mineral Ca, Fe, Mg, K, P, S, dan Zn. Menurut penelitian, kandungan logam yang ada pada jamur masih jauh di bawah ambang batas yang ditetapkan Fruit Product Order and Prevention of Food Adulteration Act tahun 1954, sehingga aman untuk dikonsumsi. Dari penelitian yang dilakukan Ujagar Group (India) juga dikatakan bahwa jamur tiram memiliki nilai nutrisi yang sangat bagus, di mana 100 persen sayuran mengandung protein tinggi, kaya vitamin, mineral, rendah karbohidrat, lemak, dan kalori. Selain itu, bagus untuk liver, pasien diabetes, menurunkan berat badan, seratnya membantu pencernaan, antiviral (antivirus), dan antikanker. Nilai tambah lainnya, jamur mudah dimasak dan dicerna dengan rasa yang enak pula. Dari penelitian lain yang dilakukan Departemen Sains Kementerian Industri Thailand, didapat hasil tentang jamur tiram yang mengandung protein 5,94 persen, karbohidrat 50,59 persen, serat 1,56 persen, lemak 0,17 persen. Untuk tiap 100 gram jamur tiram segar mengandung 45,65 kj kalori; 8,9 mg kalsium; 1,9 mg besi; 17,0 mg fosfor; 0,15 mg vitamin B1; 0,75 mg Vit B2; dan 12,40 mg Vitamin C. Selain itu, jamur tiram juga mengandung asam folat yang cukup tinggi dan terbukti ampuh menyembuhkan anemia. Dibandingkan dengan daging ayam yang kadungan proteinnya 18,2 gram, lemaknya 25,0 gram, namun karbohidratnya 0,0 gram, dan vitamin Cnya 0,0 gram, kandungan gizi jamur masih lebih komplet. Sehingga tidak salah apabila dikatakan jamur merupakan bahan pangan masa depan. Hasil dari penelitian Bobek (1999) dari Research Institute of Nutrition Bratislava tentang Natural Product with Hypolipemic and Antioxidant Effect, telah dilakukan studi pada sebuah grup dengan 57 laki-laki : perempuan = 1:1, usia setengah umur dengan kasus hyperlipoproteinemia. Selama 1 bulan mereka mengonsumsi 10 gram jamur tiram secara teratur. Kesimpulannya, secara statistik sangat menjanjikan yakni kolesterol dan serum turun 12,6 persen dan trigliserol turun 27,2 persen. Jamur tiram dikatakan mempunyai efek antioksidan dengan turunnya peroksidasi di dalam eritrosit. Beta-D-glucans Sejak tahun 1960, para peneliti jamur telah melakukan riset berbagai khasiat jamur. Beberapa tahun terakhir diketahui adanya polisakarida, khususnya Beta-D-glucans yang mempunyai efek positif sebagai antitumor, antikanker, antivirus (termasuk AIDS), melawan kolesterol, antijamur, antibakteri, dan dapat meningkatkan sistem imun. Pada jamur tiram, produk ini disebut sebagai plovastin yang di pasaran dikenal sebagai suplemen penurun kolesterol (komponen aktifnya statin yang baik untuk menghambat metabolisme kolesterol di dalam tubuh manusia). Beta-D-glucans yang ada pada jamur tiram bisa juga diisolasi untuk digunakan dan dicampur pada krim, salep, suspensi, atau bedak untuk perawatan wajah. Formulasi ini sudah digunakan pada perusahaan kosmetik, (Estee Lauder, Clinique), di mana konsentrasinya 0,5-2 persen. Mekanismenya adalah dengan cara mengikat air sehingga kulit menjadi lembap dan sebagai antiinflamasi. Percobaan terhadap 121 pasien berjerawat kronis, diberikan setiap hari selama 21 hari, hasilnya 73,5 persen kondisinya membaik, 18,2 persen sembuh total. Masa Panen Jamur Tiram Jamur dipanen, bekas batang jamur dibersihkan dari substrat tanam karena kalu batang ini masih tersisi akan membusuk dan merugikan. Lembar kantong plastik diturunkan ke bawah agar jamur tumbuh lagi. Tergantung pada kandungan substrat tanam, bibit jamur, serta lingkungan selama pemeliharaa, pemanenan jamur dapat dilakukan antara 4 – 8 kali dan jumlah jamur yang dipanen permusim dapat mencapai 600 g, sedangkan berat substrat tanam adalah 1 kg. Dengan nilai REB (Rasio efisinensi biologi adalah 60. Semakin tinggi nilai REB, semakin baik budi daya jamur tersebut. Aspek Pemasaran Jamur Tiram Seringkali dipasarkan dalam bentuk awetan dalam kaleng. Jamur tiram belum ada yang diekspor utuh secara segar tetapi umumnyadalam bentuk olahan seperti chips atau crispy. Dipasar setempat, jamur tiram umum dijual tidak dalam bentuk kemasan, melainkan dalam takaran 100 g atau 1 kg. Jamur tiram yang telah berlendir dibagian luar tudungnya sebaiknya tidak dikonsumsi karena kemungkinan besar sudah mulai membusuk oleh bakteri pembusuk. Pangsa pasar untuk produk budi daya jamur tiram terbuka lebar, di samping kebutuhan konsumen setempat setiap hari.

Tuesday, August 23, 2011

INTERAKSI KEBAKARAN DAN PENYEBARAN PENYAKIT (Studi Kasus Hutan Pinus di Pedalaman Bagian Barat Amerika Serikat dan Kanada)


Interactions among fire, insects and pathogens in coniferous forests of the interior western United States and Canada

Oleh: Rifa’ Atunnisa, S.Hut

     A.   PENDAHULUAN
Kebakaran berskala besar sekaligus menghasilkan dampak negatif bagi lingkungan telah menambah masalah di Indonesia, negara-negara tetangga, bahkan dimanca negara sekaligus. Sebagai contoh kejadian kebakaran hebat di Indonesia yang terjadi saat kemarau panjang (El Nino) tahun 1992/1993, 1987, 1991, 1994, dan 1997/1998 (Dennis 1999). Begitu pula pada kejadian pada  hutan Pinus di pedalaman bagian barat Amerika Sekrikat dan Kanada disebutkan jika pemulihan kondisi alam akibat kerusakan karena kebakaran, hama hutan, dan penyakit hutan berlangsung selama ribuan tauan untuk menciptakan dan memperbaiki kondisi hutannya dengan munculnya pohon pionir Pinus (Parker et al. 2006). Pengendalian kerusakan hutan sangat perlu dilakukan mengingat hutanmerupakan sumber daya alam yang mempunyai berbagai fungsi, baik ekologi, ekonomi, sosial maupun budaya yang diperlukan untuk menunjang kehidupan manusia dan makhluk hidup lainny. Pengendalian kerusakan hutan ini dapat dilakukan melalui kegiatan perlindungan hutan, yaitu usaha untuk mencegah dan membatasi kerusakan hutan, kawasan hutan dan hasil hutan, yang disebabkan oleh perbuatan manusia, ternak, kebakaran, daya-daya alam, hama dan penyakit, serta mempertahankan dan menjaga hak-hak negara, masyarakat dan perorangan atas hutan, kawasan hutan, hasil hutan, investasi serta perangkat yang berhubungan dengan pengelolaan hutan (Dephut 2004).
            Kerusakan yang terjadi di dalam hutan atau kawasan hutan dapat disebabkan oleh beberapa faktor pengganggu, diantaranya adalah kebakaran hutan, hama, penyakit dan penggembalaan. Antar faktor penyebab gangguan hutan ini memiliki hubungan sebab akibat. Dalam makalah ini akan disampaikan pembahasan mengenai hubungan antara faktor pengganggu yaitu terjadinya kebakaran, serangga, dan patogen studi kasus pada hutan Pinus di pedalaman bagian barat Amerika Serikat dan Kanada.
B.               PEMBAHASAN
Kejadian kebakaran, adanya serangga dan patogen merupakan komponen alami yang secara terintegrasi menjadi bagian yang penting pada hutan di Amerika bagian Utara (Martin 1989). Upaya pengembalian hutan akibat kerusakan yang diakibatkan oleh komponen tersebut, dengan melibatkan ketiga komponen tersebut merupakan hal penting untuk mengembalikan kondisi hutan pada daerah tersebut. Kombinasi dari dampak kebakaran, kompetisi untuk mendapatkan sinar matahari dan air, kemudian serangga alami hutan, dan patogen memiliki hubungan selama ribuan tahun untuk menciptakan hutan yang didominasi oleh spesies pioner pinus. Meskipun adanya perubahan kondisi hutan akibat kebakaran dan ualah dari kegiatan manusia seperti penggembalaan ternak, praktek pengelolaan hutan yang menebang diluar batas kemampuan hutan, perladangan, dan kejadian perubahan iklim dalam akhir dekade ini merubah pokok dari interaksi ini bahwa sejak kebakaran menjadi kejadian penyebab kerusakan hutan yang paling dominan di hutan bagian barat dunia, kunci untuk menjaga fungsi ekosistem hutan adalah selamanya dengan menjaga keterkaitan hubungan antara kebakaran, kegiatan manajemen, serangga dan penyakit (McDonald et al. 2000).

B.1     Kebakaran, Akar Lapuk dan Kumbang
Tegakan pinus (Pinus contorta Dough. Ex.Loud.) sangat rentan terjadinya siklus kerusakan yang diawali dengan adanya patogen yang menyebabkan pelapukan sehingga mengakibatkan kematian pada pohon. Setelah pohon mati, kemudian diserang oleh kumbang, dan oleh kumbang ini lah patogen pelapuk kayu disebarkan kepada pohon-pohon yang masih sehat. Sehingga pada akhirnya akan meningkatkan ketersediaan bahan bakar dan rentan terhadap kejadian kebakaran. Siklus ini terus berlangsung yaitu adanya patogen penyebab penyakit penyakit, pelapukan, serangan kumbang dan meningkatnya ketersediaan bahan bakar. Salah satu jenis dari kumbang pada tanaman Pinus ini adalah Dendroctonus ponderosae Hopkins yang diketahui menyerang kulit kayu lebih banyak pada tanaman yang sudah terinfeksi patogen pelapuk daripada tanaman yang tidak terinfeksi patogen pelapuk.
B.2  Serangga sebagai Vektor atau Pembawa Patogen Setelah Kebakaran
Serangga menyebarkan jamur kepada pohon-pohon sisa akibat kebaran di banyak ekosistem hutan bagaian barat dunia (western forest). Sebagai contoh, Piirto et al. (1998) menyebutkan bahwa jamur jenis Tritrachium sp lebih banyak menyerang pohon yang terbakar daripada pohon yang tidak terbakar. Sebagaian besar kumbang membawa jamur pelapuk. Serangga dapat membawa spora dari jamur yang menyebabkan penyakit black stain root pada pohon-pohon yang terbakar.

B.3     Interaksi Antara Kebakaran dan Patogen
Terdapat banyak contoh bahwa beberapa spesies pohon-pohon yang ada di hutan bagian barat (western), dalam hal ini lebih banyak pada jenis-jenis pinus, melalui kejadian kebakaran menyebabkan kerentanan pohon terkena patogen. Littke (1986) menyebutkan bahwa dalam studinya sekitar 70% dari pohon-pohon yang tertekan karena api atau kebakaran mengalami kerusakan akar akibat kebakaran. Setelah 6 tahun dari kejadian kebakaran, diserang oleh jamur pelapuk termasuk diantaranya Perenniporia subacida yang menyebabkan yellow root rot, Heterobasidion annosum (penyakit akar annosus), Lentinus lepideus (Lentinus butt rot) dan Sistotrema brinkmannii.

C.               Kesimpulan
Upaya pengembalian hutan akibat kerusakan yang diakibatkan oleh komponen kebakaran, serangga, dan patogent, dengan melibatkan ketiga komponen tersebut merupakan hal penting untuk mengembalikan kondisi hutan pada daerah hutan pinus di pedalaman bagian barat Amerika Serikat dan Kanada. Pembelajaran mengenai interaksi dari ketiga komponen ini menjadi penting dalam menentukan konsep menejemen restorasi yang efektif dan efisien terhadap kerusakan-kerusakan hutan yang muncul.



DAFTAR  PUSTAKA

Dennis, R.A. 1999. A review of fire projects in Indonesia 1982 - 1998. Center for International Forestry Research.Bogor.

Departemen Kehutanan. 2004. Peratutan Pemerintah No.45 tahun 2004 tentang Perlindungan Hutam. Himpunan Peraruran Perundang-Undangan Bidang Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam, Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam. Jakarta.

Littke , W . R . & Gara , R . I . 1986  Decay of fire-damaged lodgepole pine in south-central Oregon . Forest Ecology and Management , 17 , 279 – 287 .

McDonald , G . I . , Harvey , A . E . & Tonn , J . R . 2000 Fire, competition and forest pests: landscape treatment to sustain ecosystem function.Crossing the Millennium: Integrating Spatial Technologies and Ecological Principles for a New Age in Fire Management. Proceedings from the Joint Fire Conference and Workshop, 2 ( ed. by L . F . Neuenschwander and K . C . Ryan ), pp . 195 – 211 . University of Idaho and the International Association of Wildland Fire , Moscow, Idaho .

Martin , R . 1989  Interaction among fire, arthropods, and diseases in a healthy forest. Healthy Forests, Healthy World . Proceedings of the 1988 Society of American Foresters National Convention , pp . 87 – 91 . Society of American Foresters , Bethesda, Maryland .

Parker et al. 2006. Interaction Among Fire, Insect, and Pathogens in Conifeous Forest  of  The Interior Western United State and Kanada. Agricultural and Forest Entomology Journal: 167-189.

Piirto , D . D . , Parmeter , J . R . , Cobb , F . W . Jr , Piper , K . L . , Workinger , A . C . & Otrosina , W . J . 1998  Biological and management implications of fire – pathogen interactions in the giant sequoia ecosystem . Proceedings of the 20th Tall Timbers Fire Ecology Conference Fire in Ecosystem Management: Shifting the Paradigm from Suppression to Prescription , pp . 325 – 336 . Tall Timbers Research Station , Tallahassee, Florida .